24 December 2009

Power Lay Up

Power lay-up merupakan salah satu teknik shoot yang dilakukan dari jarak dekat, ketika seorang pemain berhasil mendapatkan offensive rebound, menerima pass, atau melakukan jump stop (teknik hop step) setelah drive mengarah ke ring basket.

Karena dekat dengan ring basket, maka biasanya defender akan lebih memberikan tekanan, dengan mencoba melakuan steal maupun block. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kontrol bola dan kekuatan fisik yang bagus untuk dapat mencetak angka.

Power lay up berbeda dengan lay up biasa, karena tumpuan lompat menggunakan kedua kaki, meskipun lebih lambat, tetapi power lay up dapat menghasilkan gerakan yang lebih powerful.

Cara melakukan

Ketika mulai mendekati ring basket, pemain melakukan satu kali dribble kemudian berhenti menggunakan teknik hop step dengan kedua ujung kaki menghadap ke baseline. Bola dipegang di depan bahu yang jauh dari lawan menggunakan kedua tangan dengan siku terbuka (tapi jangan pernah mengayunkannya). Setelah itu, dengan bertumpu pada kedua kaki, pemain melompat setinggi mungkin sambil menjulurkan kedua tangan dengan demikian bola dapat dipegang pada posisi tertinggi.

Saat mencapai puncak tertinggi lompatan, bola dilepaskan dengan lembut mengguanakan satu tangan, yaitu tangan yang jauh dari lawan, sedangkan tangan lainnya boleh dijadikan sebagai perlindungan terhadap pemain lawan, asal tidak diayunkan.

Berikut ini video yang menunjukkan cara melakukan power lay up dari sisi kanan maupun kiri lapangan.






Zone Offense 3-out, 2-in

1) Offense ini bisa digunakan untuk melawan zone defense 2-3 atau 3-2.

Formasi awalnya adalah 3-out, 2-in. Point guard mempunyai dua opsi pass, yaitu ke salah satu pemain yang ada di area wing, shooting guard atau small forward.
2) Ketika bola berada di wing, pemain post yang berada weak side melakukan flash cut (gerakan dari diam kemudian sprint ke suatu area) menuju area elbow di strong side.

Sedangkan pemain post yang ada di strong side bergerak sedikit keluar ke area short corner, tujuannya adalah untuk membuka pertahanan lawan.
3) Opsi 1:
Pemain di wing melakukan pass ke elbow.

Upayakan setelah menerima pass, pemain yang berada di elbow melakukan reverse pivot sehingga menghadap ke ring basket untuk memperoleh visi yang lebih luas.
4) Setiap kali bola berada di elbow, maka pemain yang berada short corner dan wing di sisi weak side masuk ke dalam menempati area low post.

Sebisa mungkin kedua pemain tersebut berada di antara ring basket dan pemain bertahan yang berada di low post.
5) Dalam situasi ini, pemain elbow mempunyai tiga opsi, yaitu:
  • Shoot.
  • Pass ke salah satu pemain yang berada di low post.
  • Outlet pass ke luar kembali ke pemain yang berada di wing.
  • 6) Jika pemain memilih opsi terakhir, maka pemain yang sebelumnya berada di low post kembali ke posisi semula.
    7) Opsi 2:
    Pemain di wing melakukan pass ke short corner.

    Seperti halnya Opsi 1, upayakan setelah menerima pass, pemain yang berada di short corner melakukan reverse pivot.
    8) Setiap kali bola berada di short corner, pemain yang berada di elbow melakukan flash cut mengarah ke ring basket.
    9) Pemain di short corner mempunyai opsi untuk melakukan pass ke pemain elbow yang telah melakukan flash cut, tentu saja jika memungkinkan, untuk diteruskan dengan gerakan power lay-up.

    Jika mempunyai pemain post yang lebih dominan daripada pemain lawan, maka hal ini bisa sangat menguntungkan.
    10) Jika pemain short corner memutuskan untuk tidak melakukan pass ke pemain elbow yang telah melakukan flash cut, maka pemain elbow tersebut terus berlari menuju area low post di sisi weak side.

    Selanjutnya, pemain wing melakukan flash cut ke area elbow di sisi strong side.
    11) Pemain short corner mempunyai dua opsi, yaitu:
  • Pass ke pemain wing yang melakukan flash cut untuk diteruskan dengan shoot atau power lay-up.
  • Outlet pass ke luar kembali ke pemain yang berada di wing.
  • 12) Jika pemain short corner memutuskan untuk melakukan outlet pass, maka pemain low post di sisi weak side bersiap melakukan screen.
    13) Pemain wing kemudian berlari menggunakan screen untuk kembali ke area wing dan bersiap menerima ball reversal.

    Ball reversal dilakukan dengan cepat dari pemain wing ke point guard.
    14) Kemudian pemain point guard meneruskan bola ke pemain yang telah memperoleh screen.
    15) Dalam kondisi ini (jika screen yang dilakukan berhasil menahan lawan) maka akan tercipta kesempatan untuk melakukan shoot.
    16) Jika pemain lawan berhasil menghindari screen dan berusaha menghalangi pemain wing untuk melakukan shoot, maka pemain low post segera melakukan post up, dan bersiap menerima pass dari pemain wing.
    17) Jika semuanya tidak mungkin dilakukan maka pemain low post segera bergerak ke short corner untuk menghindari pelanggaran three second.
    Sedangkan pemain wing men-dribble bola keluar untuk mempertahankan spacing yang baik.

    Pemain low post yang berada di sisi weak side kemudian melakukan flash cut ke area elbow di sisi strong side.
    18) Posisi ini sama dengan Gambar 3, hanya saja berada pada sisi lapangan yang berbeda. Oleh karena itu, offense ini bisa disebut juga sebagai continuity offense.

    Hal ini berarti rangkain offense ini bisa diulangi, setidaknya sekali lagi. Hanya saja perlu memperhitungkan sisa shot clock.

    Strategi ini sangat menguntungkan jika dalam suatu tim tidak mempunyai shooter jarak jauh, tetapi mempunyai pemain-pemain dengan kemampuan inside scoring yang bagus.

    Pengambilan keputusan oleh kedua pemain post sangat mempengaruhi keberhasilan strategi ini, selain itu timing pass maupun gerakan yang dilakukan juga sangat berperan penting.

    Jika dilakukan terlalu lambat, maka lawan dapat menyusun kembali defense, tetapi jika dilakukan terlalu cepat maka bisa sangat melelahkan para pemain dan hasil yang diinginkan menjadi sulit tercapai.

    19 December 2009

    Hasil Drawing FIBA World Championship 2010

    Pada tanggal 15 Desember 2009, 24 tim mengikuti pengundian Kejuaran Bola Basket Dunia 2010 di Istanbul, Turki.

    Sebagai tuan rumah kompetisi, Turki secara otomatis lolos mengikuti kejuaraan ini, menyusul kemudian adalah tim Amerika, yang mendapatkan tiket setelah memenangkan medali emas di ajang Olimpiade Beijing.

    18 dari 22 tim lainnya lolos kualifikasi setelah menjalani kompetisi di masing-masing zona. Tim-tim tersebut adalah:
    • Afrika: Angola, Pantai Gading, dan Tunisia.
    • Amerika: Argentina, Brazil, Kanada, dan Puerto Riko
    • Asia: China, Iran, dan Yordania.
    • Eropa: Kroasia, Prancis, Yunani, Serbia, Slovenia, dan Spanyol.
    • Oceania: Australia dan Selandia Baru.
    Sedangkan 4 tim tersisa adalah Jerman, Lebanon, Lithuania, dan Rusia yang lolos setelah mengantongi wild card dari FIBA.

    Tim-tim peserta kejuaraan ini dibagi menjadi 4 grup yang masing-masing grup terdiri dari 6 tim, setiap tim akan menghadapi 5 tim lain yang berada dalam grup yang sama. Setelah fase grup, 4 tim teratas dari masing-masing grup (16 tim) berhak melangkah ke fase knock-out hingga babak final.

    Kejuaraan ini akan diadakan di 4 kota yaitu Ankara, Kayseri, Istanbul, dan Izmir mulai tanggal 28 Agustus sampai 12 September 2010.


    16 December 2009

    Motion Offense 4-out, 1-in

    1) Motion offense ini dapat bekerja dengan baik melawan defense man-to-man.

    Untuk memainkannya, setidaknya harus ada empat pemain yang mempunyai kemampuan penguasaan bola.

    Motion offense ini dapat dimulai dari kedua sisi lapangan.

    Dua pemain yang berada di ujung area key adalah guard, sedangkan dua pemain lainnya yang berada di area wing adalah forward, dan pemain di area high-post adalah center.

    Aturan 1:
    Setiap pass dari guard ke guard yang lainnya diikuti dengan screen away (screen menjauhi arah pass) untuk pemain forward.

    Pemain forward harus terlebih dahulu melakukan sebuah jab step mengarah ke ring basket supaya screen yang dilakukan lebih efektif.

    Dengan penerapan Aturan 1 maka akan terjadi pergantian posisi antara guard dan forward di salah satu sisi lapangan.

    2) Disamping adalah penerapan Aturan 1 untuk arah passing yang berlawanan.

    Pemain center harus selalu berada di antara bola dan pemain yang menjaganya.

    3) Aturan 2:
    Setiap terjadi pass dari guard ke forward, maka guard akan melakukan screen away untuk pemain guard lainnya. Pemain guard yang mendapatkan screen melakukan cut ke dalam dan bersiap menerima bola dari pemain forward untuk diteruskan dengan power lay-up.

    Pastikan guard tersebut sebelumnya mendapatkan dua kali screen dengan benar, yaitu dari pemain guard, yang sebelumnya melakukan pass, dan dari center.

    4) Guard yang telah melakukan screen secepatnya kembali ke posisi semula untuk memberikan opsi pass oleh pemain forward.

    Jika guard yang melakukan cut tidak mendapatkan bola, maka harus terus berlari ke arah wing, sedangkan pemain forward yang sebelumnya berada di area wing bergerak ke ujung area key, rangkaian gerakan rotasi ini disebut dengan wheel.

    Sama seperti penerapan Aturan 1, gerakan-gerakan ini menyebabkan pergantian posisi guard dan forward di salah satu sisi lapangan.

    5) Setelah terjadi wheel, pemain center melakukan cut ke low-post dan coba melakukan post-up untuk bersiap menerima pass dari pemain forward.

    6) Ketika bola dikembalikan dari forward ke guard, maka center kembali ke posisi semula dan dan motion offense dapat diulangi.

    7) Aturan 3:
    Setiap pass dari guard ke high post selalu diikuti dengan gerakan split the post atau nama lainnya adalah scissor cut.

    8) Pemain guard yang tidak melakukan pass pertama kali cut dan pemain forward di sisi lapangan yang sama menggantikan posisinya.

    9) Kemudian guard yang melakukan pass menyusul cut dan pemain forward yang berada di sisi lapangan yang sama juga menggantikan posisinya.

    10) Dengan Aturan 3 didapatkan tiga opsi serangan, yaitu:
  • Hand-off dengan pemain guard pertama.
  • Hand-off dengan pemain guard kedua.
  • Permaian one-on-one antara pemain center yang pemain yang menjaganya.

    Jika dari ketiga opsi tersebut tidak dapat dijalankan maka bola dikembalikan ke luar kemudian motion offense dapat diulangi lagi.

  • 11) Perhatikan, setiap aturan hanya akan menyebabkan pergantian posisi guard dan forward di salah satu sisi lapangan.

    Strategi offense ini bisa juga disebut sebagai continuity offense karena serangan yang dilakukan bersifat kontinyu dan setiap serangan akan kembali ke posisi semula.

    Keuntungan penerapan strategi offense ini adalah ketika dalam suatu tim hanya terdapat sedikit pemain post dan banyak pemain perimeter yang tidak mempunyai kemampuan shoot jarak jauh.

    Selain itu offense ini dapat digunakan untuk memperlambat tempo pertandingan, tentu saja akan bermanfaat jika diterapkan pada akhir-akhir pertandingan di mana situasi tim sedang unggul.

    Melakukan offense ini dengan sabar terkadang membuat lawan menjadi lengah, sehingga defense yang mereka lakukan menjadi lebih mudah dikalahkan.

    Motion offense ini relatif mudah diajarkan meskipun biasanya di awal-awal penerapannya sering memusingkan pemain. Tetapi dengan latihan yang rutin akan membuat para pemain menjadi terbiasa.

    Dengan melatih motion offense ini (atau motion offense lainnya) pemain akan belajar melakukan gerakan tanpa bola (moving without the ball) dan spacing.

    10 December 2009

    Set Motion Offense

    Motion offense dapat dimulai dari berbagai set formasi, seperti yang digambarkan di bawah ini.

    Set 3-out, 2-in

    Set ini memiliki tiga pemain perimeter dan dua pemain post. Hal ini akan memberikan keseimbangan antara penyerangan dari luar maupun dalam, serta kesempatan melakukan offensive rebound yang lebih baik.


    Jika dalam suatu tim terdapat lima pemain yang bisa bermain di semua posisi, maka mereka dapat saling bertukar posisi atau berotasi. Jika hanya terdapat dua pemain post yang bagus, maka rotasi dilakukan antar sesama pemain post, sedangkan tiga pemain perimeter melakukan rotasi di luar area three-point.

    Set 4-out, 1-in

    Set ini menggunakan empat pemain perimeter dan satu pemain post, sehinnga menjadikan set ini sangat baik diterapkan jika dalam satu tim mempunyai banyak pemain perimeter tetapi hanya memiliki sedikit pemain post.


    Set ini bisa menyebabkan situasi satu lawan satu di area post (post-up) yang sangat menguntungkan jika terjadi situasi mismatch. Misalnya, jika ada seorang pemain defensive yang telah melakukan empat kali foul, maka tempatkan satu orang pemain offensive yang dijaganya bermain sebagai pemain post. Kemudian pass bola ke pemain tersebut sehingga tercipta situasi satu lawan satu. Dengan demikian kesempatan mencetak angka lebih besar karena pemain defensive sedang dalam kondisi foul-trouble sehingga defense yang dilakukan akan lebih longgar, atau setidaknya mampu memaksa pemain defensive tersebut melakukan foul yang kelima (foul-out).

    Set 5-Out

    Ketika dalam suatu tim tidak terdapat pemain post yang tinggi, maka set ini bisa diterapkan. Set ini sangat menguntungkan jika dalam suatu tim terdapat pemain-pemain yang memiliki orientasi bermain sebagai pemain perimeter dan mempunyai kecepatan dan kemampuan yang baik.

    01 December 2009

    Keuntungan Motion Offense

    Strategi offense dalam permainan bola basket telah berkembang pesat sejak masa permulaan olahraga ini di tahun 1940an dan 1950an. Menciptakan strategi offense membutuhkan waktu dan kreativitas, selain itu, juga perlu mempertimbangkan sifat dan kemampuan pemain yang ada dalam tim. Pelatih yang baik mampu menempatkan dalam posisi di mana seorang pemain dapat 'sukses', dalam hal ini sukses bukan berarti hanya mencetak angka. Setiap pemain mempunyai kemampuan yang bersifat unik. Jika kemampuan-kemampuan mereka dimaksimalkan, maka hasilnya adalah mesin offensive yang sangat hebat.

    Memilih jenis offenses seharusnya menjadi perhatian utama seorang pelatih. Strategi offense yang diandalkan akan menentukan kesuksesan tim (tentu saja bersamaan dengan strategi defense). Motion offense memberikan fleksibilitas dan dapat menyebabkan tekanan pada tim lawan.

    Berikut ini adalah 15 keuntungan yang didapatkan dari motion offense.

    Kenapa memilih motion offense?
    1. Motion offense memberikan ruang bagi daya kreativitas dan imajinasi. Membuat offense menjadi tidak membosankan.
    2. Motion offense menjadikan intelegensi sebagai sebuah aset penting. Pemain dengan kemampuan high basketball IQ dapat menerapkan motion offense dengan baik.
    3. Motion offense menggabungkan dan menekankan pada kemampuan-kemampuan fundamental, terutama triple theat.
    4. Motion offense mampu digunakan untuk mengalahkan lawan jika diterapkan dengan tidak terburu-buru.
    5. Motion offense memberikan kesempatan melakukan shooting yang lebih terbuka sehingga dapat meningkatkan persentase field goal.
    6. Motion offense sangat tidak dapat diprediksi karena setiap penguasaan bola bersifat unik.
    7. Motion offense tidak mungkin bisa diamati oleh tim lawan, hal ini dikarenakan setiap penguasaan bola menyebabkan pergerakan yang berbeda-beda.
    8. Motion offense bisa membuat lawan kelelahan, sehingga menyebabkan strategi offense lawan menjadi tidak produktif.
    9. Motion offense bisa membentuk pemain muda menjadi pemain dengan kemampuan yang lengkap, karena strategi ini membutuhkan 3 kemampuan dasar offensive (shoot, pass, ball handle) sehingga perkembangan pemain menjadi lebih menyeluruh.
    10. Motion offense dapat memberikan kemenangan perang mental di lapangan. Mampu memenangkan perang mental dalam suatu pertandingan adalah karateristik sebuah tim yang bagus.
    11. Motion offense bersifat unik dan sangat menantang untuk diajarkan, dan akan membuat setiap pelatih terus belajar. Pelatih diharuskan terus mengembangkan dirinya dengan mempelajari konsep dan cara bermain yang baru.
    12. Motion offense membuat tim mempunyai defense yang lebih baik. Hal ini dikarenakan motion offense adalah strategi yang paling sulit dijaga, sehingga defense tim akan selalu berkembang di setiap latihan.
    13. Motion offense menciptakan banyak peluang free throw.
    14. Motion offense seperti bongkahan tanah liat yang bisa dibentuk sesuai dengan kepribadian tim.
    15. Motion offense juga dapat diterapkan untuk melawan zone defense secara efektif.

    29 November 2009

    Motion Offense

    Motion offense adalah salah satu kategori skema offensive yang digunakan dalam permainan bola basket. Motion offense menggunakan pergerakan pemain, strategi ini sering kali mengeksploitasi kecepatan tim offense atau untuk menetralisir keuntungan postur tubuh yang dimiliki oleh tim defense.

    Motion offense berbeda dengan continuity offense karena dalam motion offense tidak mempunyai pola yang berulang-ulang. Akan tetapi, motion offense bersifat bebas mengalir dan tidak ada batasan, dengan mengikuti beberapa aturan. Berikut ini adalah contoh aturan dasar yang biasa digunakan:

    • Pass and screen away: Pemain melakukan pass ke salah satu sisi lapangan kemudian diteruskan dengan melakukan screen kepada pemain yang berada di sisi yang lain. Tujuannya adalah untuk menjaga spacing dan menciptakan kesempatan melakukan shoot atau drive ke dalam.
    • Back screen: Pemain yang berada di low post melakukan screen kepada pemain yang berada di area wing sehingga dapat membuat kesempatan melakukan cut ke dalam.
    • Flare screen: Pemain perimeter yang sedang tidak menguasai bola melakukan screen (biasanya di area sekitar elbow) kepada pemain lainnya yang juga sedang tidak menguasai bola di area three-point.

    Asal mula motion offense

    Asal mula motion offense sampai saat ini masih diperdebatkan. Meskipun penghargaan sering kali diberikan kepada Hank Iba, mantan pelatih kepala di tim bola basket Oklahoma State Cowboys. Akan tetapi banyak yang percaya bahwa motion offense sudah dikembangkan lebih dulu oleh pelatih-pelatih Harlem Renaissance, sebuah tim basket yang terdiri dari orang Afro-Amerika pada tahun 1920an dan 1930an. Pada kenyataannya, Harlem Renaissance adalah tim basket pertama yang menjuarai World Championship Professional Basketball Tournament yang diadakan pada tahun 1939, dan pada saat itu mereka menggunakan motion offense.

    Motion offense versi Hank Iba

    Tim yang dipimpin oleh Hank Iba bersifat metodis (dilakukan sesuai dengan metode), pemain menguasai bola dengan pola weave. Penggunaan motion offense bersamaan dengan defense yang agresif biasa dilakukan oleh Hank Iba ketika dia mengantarkan Oklahoma State Cowboys menjadi juara NCAA pada tahun 1945 dan 1946, menjadikannya sebagai tim NCAA pertama yang berhasil menjadi juara secara berturut-turut. Dia juga terpilih sebagai Coach of the Year di tahun 1945 dan 1946. Tim Oklahoma State Cowboys pada saat itu dipimpin oleh Bob Kurland, pemain NCAA pertama yang memiliki tinggi 7 kaki. Selama 36 tahun masa jabatan Hank Iba sebagai pelatih kepala di Oklahoma State Cowboys (1934–1970), strategi motion offense yang dia terapkan juga memberikan 655 kemenagan. Dia juga pernah melatih tim nasional basket Amerika ketika memenangkan medali emas di ajang Olimpiade pada tahun 1964 dan 1968, menjadikannya sebagai pelatih pertama dalam sejarah yang berhasil memenangkan dua medali emas di ajang Olimpiade.


    Motion offense versi Bob Knight

    Pelatih kepala terkemuka lain yang juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan motion offense adalah Bob Knight. Knight telah menggunakan motion offense dan mencapai berbagai kesuksesan selama 40 tahun karirnya sebagai pelatih kepala di United States Military Academy, Indiana University, dan Texas Tech University, mencatat total 902 kemenangan. Motion offense yang dia terapkan menekankan pada pemain post yang melakukan screen dan pemain perimeter melakukan pass sampai ada pemain yang mempunyai kesempatan terbuka untuk lay-up atau jump shot.

    Penggunaan motion offense paling sering ditunjukkan ketika Bob Knight menjabat sebagai pelatih kepala tim basket Indiana Hoosiers (1971-2000). Dia berhasil mencatat 661 kemenangan bersama Indiana Hoosiers, dan berhasil meraih 3 kali juara NCAA. Dia juga pernah 4 kali terpilih sebagai Coach of the Year. Knight juga pernah melatih tim nasional basket Amerika dan meraih medali emas di Olimpiade 1984. Di dalam skuad Olimpiade tersebut terdapat banyak pemain terkenal seperti Chriss Mullin, Patrick Ewing, dan Michael Jordan.

    Pada saat ini, motion offense sering digunakan di berbagai tim bola basket sekolah, universitas, dan tim profesional.

    24 November 2009

    Tahukah Kamu?


    • Pada tahun 1894, Dr. Naismith, penemu olahraga bola basket, bertanya pada A.G. Spalding bersaudara untuk menciptakan bola basket pertama. Sebelumnya, olahraga bola basket dimainkan menggunakan bola sepak bola.
    • Carl Lewis, 10 kali pemegang medali Olimpiade, yang dianggap sebagai atlet terbaik sepanjang masa, pernah di-draft oleh Chicago Bulls pada Draft tahun 1984 sebagai pilihan ke 208. Hanya saja Lewis tidak pernah mengenakan kostum Bulls, jika tidak, mungkin dia akan bermain bersamaan dengan Michael Jordan, pilihan pertama Chicago pada tahun tersebut.
    • Michael Jordan terpilih sebagai pilihan ketiga pada Draft tahun 1984. Houston menggunakan pilihan pertamanya untuk memilih Hakeem Olajuwon dan berhasil memenangkan dua kali kejuaraan NBA. Pilihan kedua dimiliki oleh Portland dan digunakan untuk memilih Sam Bowie, sangat tidak terkenal.
    • Kobe Bryant berada di urutan 14 saat terpilih oleh Hornets dan kemudian ditransfer ke Lakers. Manu Ginobili terpilih pada urutan ke 57, sedangkan Ben Wallace bahkan sama sekali tidak terpilih dalam Draft, tetapi berhasil masuk NBA melalui jalur Free Agent.
    • Pelatih Larry Brown memecahkan sebuah rekor di musim 2005-2006. Bukan jumlah kemenangannya bersama Knicks pada musim tersebut yang hanya 23 kali, tetapi dia menggunakan 42 starting line-up (pemain inti) yang berubah-ubah. Dia selalu melakukan rotasi, dengan kondisi yang seperti ini, maka tidak heran jika para pemainnya tidak menyukai kebijakannya.

    18 November 2009

    Final Four Libamanas di Jakarta

    Final four Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) akhirnya diselenggarakan di Jakarta. PB Perbasi mengubah jadwal dan tempat penyelenggaraan babak empat besar menjadi 23-24 November dan tidak berlangsung di Hall basket Universitas Pelita Harapan, Tangerang.

    "Keputusan ini sudah dirundingkan dan disosialisasikan dengan semua tim, termasuk UPH, dan semuanya setuju. Final four kembali ke Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan," ujar Wakil Sekjen PB Perbasi Lutfi Sukri, Senin (16/11).

    Sebelumnya, final four kompetisi berhadiah total Rp 400 juta itu akan digelar pada tanggal 21-22 November. Namun, karena Hall Basket Senayan dipakai untuk kegiatan lain pada tanggal tersebut, jadwal final four diundur pada 23-24 November. Perubahan jadwal dan tempat ini, menurut Lutfi, dikarenakan lapangan basket UPH tidak sesuai dengan standar Perbasi. Tribun penontonnya juga terlalu kecil.

    Perbasi, kata Lutfi, telah memberikan waktu kepada UPH untuk memperbaiki hall tersebut agar sesuai standar. Namun, hingga waktu yang ditentukan, pihak UPH menyatakan tidak sanggup. ''Terpaksa kami batalkan,'' jelasnya.

    Di kelompok putra, tim-tim unggulan seperti Universitas Pelita Harapan, Universitas Surabaya, dan ABFII Perbanas, telah memastikan diri lolos. Satu tim terakhir masih menunggu hasil dari STIE Bhakti Pembangunan yang menyisakan dua pertandingan lagi.

    Di kelompok putri, keempat tim yang sudah pasti berlaga di empat besar adalah Perbanas, Ubaya, STIE Indonesia, dan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

    STIE Indonesia Peringkat Ketiga

    Tim putri STIE Indonesia Jakarta menempati peringkat ketiga setelah menang dari Universitas Negeri 11 Maret Solo (UNS) 72-66 (43-38) dalam lanjutan Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) seri ketiga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Ahad (15/11) malam.

    Pertemuan kedua tim berlangsung cukup ketat sejal awal. Ini terjadi karena pemenang dari pertandingan itu akan menempati urutan ketiga. Peringkat ketiga klasemen akhir nantinya akan bertemu dengan juara bertahan ABFI, Perbanas Jakarta, yang berada di posisi pertama pada Final Four.

    ‘’Kami berusaha bisa memenangkan pertandingan melawan UNS agar bisa menempati peringkat ketiga dan bertemu dengan Universitas Surabaya (Ubaya),’’ ujar pelatih STIE Indonesia, Margono, seusai pertandingan.

    STIE Indonesia menempati peringkat ketiga dengan nilai 16 dari tujuh kali menang dan dua kali kalah. Dua kekalahan Jecklin Ibo dan kawan-kawan diperoleh saat bertanding melawan Perbanas dan Ubaya.

    Bagi UNS, kekalahan atas STIE Indonesia itu membuat persaingan untuk merebut posisi keempat semakin seru. Karena tiga tim, yakni Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, dan UNS memiliki peluang yang sama memperebutkan satu tempat di Final Four.

    Ketiga tim sama-sama menyisakan satu pertandingan. UPH dan Unpar sama-sama sudah mengumpulkan 12 angka dari hasil empat kali menang dan empat kalah. Sementara UNS sudah mengumpulkan nilai 13 dari hasil lima kemenangan dan tiga kali kalah.

    UNS dan UPH Senin (16/11) ini akan berhadapan. Jika UPH mengungguli UNS dan Unpar menang dari Universitas Atmajaya Yogyakarta, ketiga tim memiliki nilai sama 14. Sehingga untuk menentukan satu tim yang lolos ke Final Four harus dihitung poin memasukkan dan kemasukan dari ketiga tim tersebut

    (dari republika.co.id)

    15 November 2009

    Putri Ubaya Pastikan ke Final Four

    Tim putri Universitas Surabaya (Ubaya) memastikan satu tempat di putaran empat besar (Final Four) setelah Kamis (12/11) mengalahkan tim sekota, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, 76-22 (34-10), pada hari kedua Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) di GOR UNY, Yogyakarta.

    Dari delapan kali penampilan, tim asuhan Wellyanto Pribadi itu sudah tujuh kali memetik kemenangan dan memperoleh nilai 15. Satu-satunya kekalahan yang dialami anak-anak Ubaya yaitu saat menghadapi ABFI Perbanas Jakarta. Juara bertahan itu dari delapan kali tampil belum sekali pun mengalami kekalahan.

    Ubaya masih menyisakan satu pertandingan di seri ketika, yakni menghadapi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Sabtu (14/11). Apapun hasil pertandingan itu, tidak lagi memengaruhi posisi Ubaya yang sudah pasti ke Final Four.

    Namun, asisten pelatih Ubaya, Sapto Wahyu mengatakan, sudah puas bisa lolos ke Final Four. ‘''Itu dulu bagi kami. Kemungkinan kami mencoba di posisi kedua atau ketiga yang berarti kami tidak bertemu posisi pertama, yaitu Perbanas,’’ ujar Sapto seusai pertandingan.

    Kendati begitu, sambung Sapto, tim asuhannya akan berusaha memenangkan pertandingan melawan UPH. ''Kami ingin menang dari UPH, karena bisa tetap di peringkat kedua,’'' jelasnya.

    Menghadapi Unair Surabaya, Ubaya sangat dominan. Di kuarter pertama, Yunita Sugianto dan kawan-kawan unggul 23-7. Di kuarter kedua, Ubaya menambah 11 poin untuk menjadikan skor 34. Sementara Unair hanya bisa memberikan tiga angka menjadi 10.

    Di kuarter ketiga dan keempat, Ubaya bisa memberikan 42 poin sehingga poin total menjadi 76, sedangkan tim asuhan Kartika Siti Aminah hanya menghasilkan 12 poin dan menjadikan total 22 poin.

    Tim putri Unair yang merupakan pendatang baru di Libamanas baru memenangkan satu pertandingan dari enam kali penampilannya dan mendapatkan tujuh poin. Satu-satunya kemenangan Unair dihasilkan dari Universitas Atmajaya Yogyakarta di seri kedua di Jakarta.

    Gabriele Sophia dari Ubaya mencetak 15 poin pada pertandingan tersebut. Sementara Raisa Aribatul dari Unair menghasilkan tujuh poin bagi timnya.

    Pada pertandingan lainnya, STIE Indonesia Jakarta membuka peluang untuk maju ke Final Four, setelah menang dari Universitas Indonesia Esa Unggul (UIEU) Jakarta 56-42 (24-25).

    STEI Indonesia sudah memainkan tujuh pertandingan dan mengumpulkan nilai 12 dari lima kemenangan dan dua kali kalah. Dua kekalahan tim asuhan Margono itu diderita dari Perbanas dan Ubaya.

    Jecklin Ibo menjadi topskor pada pertandingan tersebut dengan 25 poin. Sedangkan Yosiana Rosemary dari UIEU mendapatkan 12 poin.

    Di bagian putra, Ubaya meramaikan persaingan tim yang lolos ke Final Four. Tim asuhan Wellyanto Pribadi itu, sementara mengumpulkan nilai 13 dari enam kemenangan dan satu kekalahan. Ubaya kemarin unggul atas UIEU Jakarta 73-54 (25-22).

    (dari republika.co.id)

    12 November 2009

    Unair Tumbangkan UPH Tangerang

    Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang di luar dugaan dikalahkan Universitas Airlangga (Unair) 63-73 (27-33) pada hari pertama Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) seri 3 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, Rabu (11/11).

    Pertandingan antara kedua tim berlangsung ketat sejak awal. Sehingga pertandingan harus berakhir dengan perpanjangan waktu, karena skor kedua tim sama 63-63 di akhir kuarter keempat. Namun, pada perpanjangan waktu Unair menghasilkan sepuluh poin sedangkan UPH tidak mampu mencetak angka.

    Dengan hasil ini, UPH belum bisa dipastikan ke 'Final Four' yang akan berlangsung 20-21 November mendatang. Padahal, jika menang atas Unair, tim asuhan Stephen Metcafe itu dipastikan ke empat besar. ‘’Kekalahan ini bisa dijadikan pembelajaran bagi anak-anak. Mereka perlu belajar,’’ kata asisten pelatih UPH, Daniel Rahadi, seusai pertandingan.

    Menurut Daniel, persaingan di tim putra memang cukup ketat. Karena setiap pertandingan tidak bisa diprediksi siapa tim yang akan menang dan kalah. ‘’Menarik sekali memang. Seperti Unair tidak disangka ternyata menjadi kuda hitam,’’ tambahnya.

    Sementara itu, pelatih Unair Edwin Fajerial mengatakan kalau tim asuhannya tampil konsisten sejak awal. ‘’Anak-anak fokus di lapangan. Itu kunci kemenangan kita melawan UPH,’’ ujar Edwin seusai pertandingan.

    Menurut Edwin, penampilan Charlie Fanny dan kawan-kawan di Libamanas ini terus meningkat. ‘’Memang di seri satu kami kalah karena kita masih baru pertama di Libamanas ini,’’ ujar Edwin.

    Donny Kurniawan dari Unair mencetak 26 poin sedangkan pemain UPH, Jonatan Saragih menghasilkan 16 poin. Tim putra UPH Kamis (12/11) besok akan bertemu Universitas Widyatama, sedangkan Unair istirahat dan baru tampil Jumat (13/11) melawan tuan rumah Universitas Gajah Mada (UGM).

    Di bagian putri, juara bertahan ABFI Perbanas Jakarta masih belum terkalahkan. Bagi anak-anak Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU) Jakarta, Wulan Ayuningrum dan kawan-kawan dari Perbanas begitu perkasa. UIEU tidak berkutik dan kalah 37-83 (13-40).

    Menurut pelatih Perbanas, Jacky Hatta, lantaran tim asuhannya sudah dipastikan lolos ke Final Four, dia lebih banyak menurunkan pemain-pemain keduanya. ''Buat apa kami ngotot. Toh sudah lolos. Lebih baik saya mencoba pemain-pemain muda,'' ujar Jacky seusai pertandingan.

    Jacky tidak menargetkan posisi pertama. Karena dia tidak akan memilih lawan di Final Four nanti. ''Lawan semua sama. Dan, kami sudah tahu semua kekuatan dari peserta Libamanas ini,’'' tambahnya.

    Hanum Pasha dari Perbanas mencetak 16 poin pada pertandingan tersebut. Sementara Yosiana Rosemary dari UIEU membuat 14 poin.

    (dari republika.co.id)

    Pelanggaran Travelling Pemain Post

    Berikut ini beberapa contoh pelanggaran traveling yang sering dilakukan oleh pemain post:

    Pemain mengangkat kaki pivot-nya sebelum melepaskan bola



    Video di atas merupakan contoh pelanggaran traveling. Pemain boleh melangkah dua kali setelah menangkap bola untuk mengakhiri dribble. Pada kasus di atas, pemain offensive melangkah empat kali setelah menangkap bola. Pemain tersebut menangkap bola secara bersamaan ketika melangkahkan kaki kirinya untuk melakukan gerakan spin. Hitungan langkahnya dimulai pada langkah selanjutnya, di mana kaki kanannya melangkah menuju baseline. Kemudian diikuti oleh langkah kedua, ketiga, dan keempat dengan kaki kirinya, kanan dan kemudian kiri lagi.



    Sedangkan video di atas merupakan contoh pelanggaran traveling yang terjadi setelah pemain mengakhiri dribble. Setelah menentukan kaki pivot, seorang pemain hanya boleh melakukan pivot menggunakan kaki tersebut, sampai mengangkat kaki tersebut untuk melakukan shoot atau pass. Pada contoh ini, pemain offensive menentukan kaki kanannya sebagai kaki pivot, tetapi melangkah menggunakan kaki kanannya sebelum melakukan shoot.

    03 November 2009

    Pelanggaran Traveling Pemain Perimeter

    Dalam bola basket, traveling merupakan pelanggaran peraturan yang terjadi ketika pemain yang sedang menguasai bola menggerakkan salah satu atau kedua kakinya secara ilegal. Berikut ini beberapa contoh pelanggaran traveling yang sering dilakukan oleh pemain perimeter:

    Pemain menyeret kakinya saat memulai dribble

    Video di atas merupakan contoh pelanggaran traveling yang terjadi karena pemain mengangkat kaki pivot-nya. Seorang pemain offensive yang menerima bola dan telah menentukan kaki pivot-nya boleh menggerakkan kaki lainnya berkali-kali sebelum mengangkat kaki pivot-nya. Akan tetapi, sebelum pemain tersebut mengangkat kaki pivot-nya, bola harus dilepaskan dari tangannya untuk memulai dribble. Pada video di atas, pemain offensive mengangkat dan menyeret kaki kirinya (yang merupakan kaki pivot) sebelum melepaskan bola untuk melakukan dribble.

    Pemain menggerakkan kedua kakinya saat memulai dribble

    Video di atas merupakan contoh pelanggaran traveling karena pemain mengangkat kedua kakinya. Seorang pemain yang mendarat dengan menggunakan kedua kakinya secara bersamaan (jump stop), boleh menggunakan salah satu kaki sebagai kaki pivot-nya. Akan tetapi, jika kemudian pemain tersebut mengangkat kedua kakinya, pemain tersebut harus melepaskan bola untuk melakukan dribble sebelum salah satu kaki menyentuh lantai. Pada video di atas, pemain offensive mendarat menggunakan kedua kakinya, dan kemudian mengangkat kedua kakinya dan akhirnya kembali ke lantai tanpa melepaskan bola.

    Pemain mengangkat kaki pivot-nya sebelum melepaskan bola

    Video di atas merupakan contoh pelanggaran traveling yang terjadi karena pemain mengangkat kaki pivot-nya. Seorang pemain offensive yang menerima bola dan menentukan salah satu kaki sebagai kaki pivot boleh menggerakkan kaki lainnya berkali-kali sebelum mengangkat kaki pivot-nya. Akan tetapi, sebelum pemain tersebut mengangkat kaki pivot-nya, bola harus dilepaskan dari tangannya untuk memulai dribble. Pada video di atas, pemain offensive yang menerima bola menentukan kaki kirinya sebagai kaki pivot. Pemain tersebut secara legal menggerakkan kaki kanannya beberapa kali, tetapi kemudian mengangkat kaki kirinya sebelum melepaskan bola untuk melakukan dribble.

    25 October 2009

    Sinyal Ofisial

    Sinyal tangan yang diilustrasikan pada peraturan di bawah ini merupakan sinyal-sinyal yang hanya digunakan oleh wasit. Sinyal-sinyal tersebut harus digunakan oleh semua wasit di setiap pertandingan.

    Merupakan hal yang juga sangat penting bagi petugas meja untuk mengenali sinyal-sinyal ini. (klik gambar untuk melihat dengan ukuran yang lebih besar)

    1. Scoring
    2. Berhubungan dengan Clock
    3. Administratif
    4. Jenis Pelanggaran
    5. Pelaporan Foul ke Petugas Meja (3 langkah)
    • Langkah 1 - Nomor Pemain
    • Langkah 2 - Jenis Pelanggaran
    • Langkah 3 - Jumlah Free-Throw yang Diberikan

    atau Arah Permainan

    6. Administrasi Free-Throw (2 Langkah)
    • Langkah 1 - Di Dalam Area Terlarang
    • Langkah 2 - Di Luar Area Terlarang

    15 October 2009

    Dribble Weave Drill

    Tingkat kesulitan

    :

    Menengah

    Skill yang dipelajari

    :

    Passing, dribble, lay-up, stamina

    Jumlah pemain yang dibutuhkan

    :

    Minimal 3

    Jumlah bola yang dibutuhkan

    :

    Minimal 1

    Waktu penerapan

    :

    Awal latihan

    Instruksi

    Pemain dibagi tiga kelompok di baseline. Salah satu kelompok berdiri di bawah ring basket, sedangkan dua kelompok lainnya berdiri sekitar 1 meter dari garis sideline.

    Pemain yang berada di tengah (O1) memulai dril ini dengan melemparkan bola ke papan ring basket, kemudian melakukan rebound dan dilanjutkan dengan outlet pass ke salah satu pemain yang berada di sidelline (O3).

    (a)

    (b)

    (c)

    (d)

    Gambar 1 Dribble Weave

    Setelah O1 melakukan pass bola maka pemain tersebut berlari melalui bagian belakang O3 untuk menggantikan posisi O3 yang menerima bola, sedangkan O3 yang menerima bola melakukan pass ke pemain O2 dan kemudian berlari melalui bagian belakang O2. Selanjutnya O2 melakukan pass ke O1 dan diteruskan dengan berlari melalui bagian belakang pemain O1. Selengkapnya lihat Gambar 1.

    Gambar 2 Posisi akhir pemain

    Pola tersebut diulangi sampai mendekati ring basket sehingga pemain terakhir yang menguasai bola melakukan lay-up. Pemain yang melakukan lay-up (O3) dan pemain terakhir yang melakukan pass (O1) kemudian terus berlari ke masing-masing sideline, sedangkan seorang pemain yang lain harus melakukan rebound sebelum bola menyentuh lantai sehingga posisi akhir ketiga pemain seperti yang terlihat pada Gambar 2. Drill ini dapat diulangi dengan berlari ke arah ring basket lainnya.

    Drill dribble weave ini sedikit berbeda dengan weave biasanya karena setiap kali setelah melakukan pass pemain yang menerima pass setidaknya harus melakukan sekali dribble sebelum kembali melakukan pass ke pemain lainnya.

    Pastikan pemain melakukan setiap pass dengan benar dan awasi semua pemain dari pelanggaran travelling. Sebagai permulaan, lakukan drill ini dengan tempo lambat, pemain tidak harus melakukan sprint dengan kecepatan penuh, tapi batasi jumlah pass yang dilakukan adalah 4 kali. Jika pemain sudah mulai lancar, tingkat kesulitan bisa ditingkatkan dengan memberikan batasan waktu, sehingga pemain akan berlari lebih cepat.

    Variasi dari drill ini adalah dengan memerintahkan pemain yang telah melakukan lay-up untuk segera kembali ke ring basket semula untuk melakukan defense, dan dua pemain lainnya segera melakukan rebound dan offense sehingga menciptakan situasi fast-break 2-on-1.