Bola Basket MIPA UGM

Tahukah Kamu?


  • Pada tahun 1894, Dr. Naismith, penemu olahraga bola basket, bertanya pada A.G. Spalding bersaudara untuk menciptakan bola basket pertama. Sebelumnya, olahraga bola basket dimainkan menggunakan bola sepak bola.
  • Carl Lewis, 10 kali pemegang medali Olimpiade, yang dianggap sebagai atlet terbaik sepanjang masa, pernah di-draft oleh Chicago Bulls pada Draft tahun 1984 sebagai pilihan ke 208. Hanya saja Lewis tidak pernah mengenakan kostum Bulls, jika tidak, mungkin dia akan bermain bersamaan dengan Michael Jordan, pilihan pertama Chicago pada tahun tersebut.
  • Michael Jordan terpilih sebagai pilihan ketiga pada Draft tahun 1984. Houston menggunakan pilihan pertamanya untuk memilih Hakeem Olajuwon dan berhasil memenangkan dua kali kejuaraan NBA. Pilihan kedua dimiliki oleh Portland dan digunakan untuk memilih Sam Bowie, sangat tidak terkenal.
  • Kobe Bryant berada di urutan 14 saat terpilih oleh Hornets dan kemudian ditransfer ke Lakers. Manu Ginobili terpilih pada urutan ke 57, sedangkan Ben Wallace bahkan sama sekali tidak terpilih dalam Draft, tetapi berhasil masuk NBA melalui jalur Free Agent.
  • Pelatih Larry Brown memecahkan sebuah rekor di musim 2005-2006. Bukan jumlah kemenangannya bersama Knicks pada musim tersebut yang hanya 23 kali, tetapi dia menggunakan 42 starting line-up (pemain inti) yang berubah-ubah. Dia selalu melakukan rotasi, dengan kondisi yang seperti ini, maka tidak heran jika para pemainnya tidak menyukai kebijakannya.

Final Four Libamanas di Jakarta

Final four Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) akhirnya diselenggarakan di Jakarta. PB Perbasi mengubah jadwal dan tempat penyelenggaraan babak empat besar menjadi 23-24 November dan tidak berlangsung di Hall basket Universitas Pelita Harapan, Tangerang.

"Keputusan ini sudah dirundingkan dan disosialisasikan dengan semua tim, termasuk UPH, dan semuanya setuju. Final four kembali ke Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan," ujar Wakil Sekjen PB Perbasi Lutfi Sukri, Senin (16/11).

Sebelumnya, final four kompetisi berhadiah total Rp 400 juta itu akan digelar pada tanggal 21-22 November. Namun, karena Hall Basket Senayan dipakai untuk kegiatan lain pada tanggal tersebut, jadwal final four diundur pada 23-24 November. Perubahan jadwal dan tempat ini, menurut Lutfi, dikarenakan lapangan basket UPH tidak sesuai dengan standar Perbasi. Tribun penontonnya juga terlalu kecil.

Perbasi, kata Lutfi, telah memberikan waktu kepada UPH untuk memperbaiki hall tersebut agar sesuai standar. Namun, hingga waktu yang ditentukan, pihak UPH menyatakan tidak sanggup. ''Terpaksa kami batalkan,'' jelasnya.

Di kelompok putra, tim-tim unggulan seperti Universitas Pelita Harapan, Universitas Surabaya, dan ABFII Perbanas, telah memastikan diri lolos. Satu tim terakhir masih menunggu hasil dari STIE Bhakti Pembangunan yang menyisakan dua pertandingan lagi.

Di kelompok putri, keempat tim yang sudah pasti berlaga di empat besar adalah Perbanas, Ubaya, STIE Indonesia, dan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

STIE Indonesia Peringkat Ketiga

Tim putri STIE Indonesia Jakarta menempati peringkat ketiga setelah menang dari Universitas Negeri 11 Maret Solo (UNS) 72-66 (43-38) dalam lanjutan Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) seri ketiga yang berlangsung di GOR UNY Yogyakarta, Ahad (15/11) malam.

Pertemuan kedua tim berlangsung cukup ketat sejal awal. Ini terjadi karena pemenang dari pertandingan itu akan menempati urutan ketiga. Peringkat ketiga klasemen akhir nantinya akan bertemu dengan juara bertahan ABFI, Perbanas Jakarta, yang berada di posisi pertama pada Final Four.

‘’Kami berusaha bisa memenangkan pertandingan melawan UNS agar bisa menempati peringkat ketiga dan bertemu dengan Universitas Surabaya (Ubaya),’’ ujar pelatih STIE Indonesia, Margono, seusai pertandingan.

STIE Indonesia menempati peringkat ketiga dengan nilai 16 dari tujuh kali menang dan dua kali kalah. Dua kekalahan Jecklin Ibo dan kawan-kawan diperoleh saat bertanding melawan Perbanas dan Ubaya.

Bagi UNS, kekalahan atas STIE Indonesia itu membuat persaingan untuk merebut posisi keempat semakin seru. Karena tiga tim, yakni Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, dan UNS memiliki peluang yang sama memperebutkan satu tempat di Final Four.

Ketiga tim sama-sama menyisakan satu pertandingan. UPH dan Unpar sama-sama sudah mengumpulkan 12 angka dari hasil empat kali menang dan empat kalah. Sementara UNS sudah mengumpulkan nilai 13 dari hasil lima kemenangan dan tiga kali kalah.

UNS dan UPH Senin (16/11) ini akan berhadapan. Jika UPH mengungguli UNS dan Unpar menang dari Universitas Atmajaya Yogyakarta, ketiga tim memiliki nilai sama 14. Sehingga untuk menentukan satu tim yang lolos ke Final Four harus dihitung poin memasukkan dan kemasukan dari ketiga tim tersebut

(dari republika.co.id)

Putri Ubaya Pastikan ke Final Four

Tim putri Universitas Surabaya (Ubaya) memastikan satu tempat di putaran empat besar (Final Four) setelah Kamis (12/11) mengalahkan tim sekota, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, 76-22 (34-10), pada hari kedua Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) di GOR UNY, Yogyakarta.

Dari delapan kali penampilan, tim asuhan Wellyanto Pribadi itu sudah tujuh kali memetik kemenangan dan memperoleh nilai 15. Satu-satunya kekalahan yang dialami anak-anak Ubaya yaitu saat menghadapi ABFI Perbanas Jakarta. Juara bertahan itu dari delapan kali tampil belum sekali pun mengalami kekalahan.

Ubaya masih menyisakan satu pertandingan di seri ketika, yakni menghadapi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Sabtu (14/11). Apapun hasil pertandingan itu, tidak lagi memengaruhi posisi Ubaya yang sudah pasti ke Final Four.

Namun, asisten pelatih Ubaya, Sapto Wahyu mengatakan, sudah puas bisa lolos ke Final Four. ‘''Itu dulu bagi kami. Kemungkinan kami mencoba di posisi kedua atau ketiga yang berarti kami tidak bertemu posisi pertama, yaitu Perbanas,’’ ujar Sapto seusai pertandingan.

Kendati begitu, sambung Sapto, tim asuhannya akan berusaha memenangkan pertandingan melawan UPH. ''Kami ingin menang dari UPH, karena bisa tetap di peringkat kedua,’'' jelasnya.

Menghadapi Unair Surabaya, Ubaya sangat dominan. Di kuarter pertama, Yunita Sugianto dan kawan-kawan unggul 23-7. Di kuarter kedua, Ubaya menambah 11 poin untuk menjadikan skor 34. Sementara Unair hanya bisa memberikan tiga angka menjadi 10.

Di kuarter ketiga dan keempat, Ubaya bisa memberikan 42 poin sehingga poin total menjadi 76, sedangkan tim asuhan Kartika Siti Aminah hanya menghasilkan 12 poin dan menjadikan total 22 poin.

Tim putri Unair yang merupakan pendatang baru di Libamanas baru memenangkan satu pertandingan dari enam kali penampilannya dan mendapatkan tujuh poin. Satu-satunya kemenangan Unair dihasilkan dari Universitas Atmajaya Yogyakarta di seri kedua di Jakarta.

Gabriele Sophia dari Ubaya mencetak 15 poin pada pertandingan tersebut. Sementara Raisa Aribatul dari Unair menghasilkan tujuh poin bagi timnya.

Pada pertandingan lainnya, STIE Indonesia Jakarta membuka peluang untuk maju ke Final Four, setelah menang dari Universitas Indonesia Esa Unggul (UIEU) Jakarta 56-42 (24-25).

STEI Indonesia sudah memainkan tujuh pertandingan dan mengumpulkan nilai 12 dari lima kemenangan dan dua kali kalah. Dua kekalahan tim asuhan Margono itu diderita dari Perbanas dan Ubaya.

Jecklin Ibo menjadi topskor pada pertandingan tersebut dengan 25 poin. Sedangkan Yosiana Rosemary dari UIEU mendapatkan 12 poin.

Di bagian putra, Ubaya meramaikan persaingan tim yang lolos ke Final Four. Tim asuhan Wellyanto Pribadi itu, sementara mengumpulkan nilai 13 dari enam kemenangan dan satu kekalahan. Ubaya kemarin unggul atas UIEU Jakarta 73-54 (25-22).

(dari republika.co.id)