10 April 2009

Lay-up

Lay-up adalah adalah cara melakukan shooting yang paling mudah dan seharusnya menjadi teknik shooting pertama yang harus dipelajari. Mungkin pada awalnya terlihat tidak mudah, karena banyak anak-anak yang kesulitan melakukan footwork dan shooting dengan benar. Harus dikuasai teknik lay-up dari kedua sisi lapangan dengan menggunakan tangan yang berbeda, dan juga reverse lay-up.

Footwork

Ketika dribble mengarah ke ring basket, bergeraklah sedikit salah satu sisi ring basket untuk menciptakan sudut yang baik. Jika berada pada sisi kanan, dribble menggunakan tangan kanan, dan jadikan kaki bagian dalam (kiri) sebagai tumpuan melompat, dan akhirnya lakukan shooting dengan menggunakan tangan kanan. Pada saat tangan kanan diangkat, lutut kaki kanan seharusnya juga diangkat. Anggaplah ada tali yang mengikat antara tangan kanan dan lutut kanan. Teknik yang berkebalikan digunakan jika melakukan lay-up dari sisi kiri.

Gambar 1 Lay-up tangan kanan

Gambar 2 Lay-up tangan kiri

Ketika mendekati ring basket, ambil setengah langkah dengan kaki bagian luar, kemudian teruskan dengan langkah penuh dengan kaki bagian dalam dan bersiap menumpu. Pada saat melompat, lutut bagian luar seharusnya ditekuk. Arahkan lompatan langsung ke ring basket, dengan kepala terangkat dan mata berfokus pada backboard (papan). Jangan takut jika ada seorang pemain bertahan yang menghadang, lakukan saja lay-up dengan berani. Mungkin lawan akan terkena foul dan menjadi kesempatan mendapatkan tiga poin.

Sasaran

Selalu gunakan backboard ketika melakukan lay-up. Sasarannya adalah pojok atas dari kotak kecil pada backboard. Fokus pada area ini, jangan melihat bola, dan kepala harus tetap terangkat.

Gambar 3 Sasaran

Release Push

Pemain muda yang masih kurang kuat melakukan release dengan teknik underhand dapat menggunakan teknik push. Shooting bola dengan bagian punggung tangan menghadap ke pemain. Tangan yang digunakan untuk shooting diulurkan ketika bola didorong ke ring basket menggunakan ujung jari. Pertama bola dipegang menggunakan kedua tangan, kemudian dilepas dengan tangan bagian luar, baik kiri maupun kanan. Pemain yang masih kanak-kanak yang masih kurang kuat boleh melakukannya dengan kedua tangannya.

Gambar 4 Release Push

Release Underhand

Pemain yang lebih kuat seharusnya melakukan release dengan teknik underhand. Teknik ini akan menghasilkan shooting yang lebih lembut, dan kontrol yang lebih baik ketika bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Lepaskan bola dengan telapak tangan menghadap ke atas dan lengan yang diulurkan. Biarkan bola menggelinding di telapan tangan kemudian di ujung jari, dan pantulkan bola dengan lembut pada backboard. Pertama bola dipegang dengan kedua tangan, tetapi kemudian bola dilepas menggunakan tangan bagian luar pada saat mencapai lompatan tertinggi.

Gambar 5 Release Underhand

Drill sederhana

Bariskan pemain di sisi kanan dekat dengan ring basket (untuk melakukan lay-up menggunakan tangan kanan). Masing-masing pemain akan mempunyai kesempatan melakukan lay-up. Bisa menggunakan lebih dari satu ring basket jika ada asisten yang membantu untuk memperhatikan teknik para pemain. Drill ini berfokus pada footwork yang benar. Pertama, pemain berdiri dengan memegang bola, menghadap ke sisi kanan dari backboard dengan kedua kaki sejajar. Kemudian ambil satu langkah dengan kaki bagian dalam (kiri), menumpu dan melompat, diteruskan dengan lay-up dengan tangan kanan. Ketika melompat, paha kanan diangkat dengan lutut yang ditekuk. Kemudian coba lakukan drill ini dengan diawali dengan berlari tanpa dribble, dan selanjutnya dengan dribble. Jangan lupa, lay-up dengan tangan kiri juga harus dilatih!

6 comments:

priscillia said...

hai!
mungkin pertanyaan yang aneh, tapi gw penasaran.
emang apa bedanya kalo lay up lutut di angkat
sama yg ga keangkat? ato kalo keangkat tapi cuma sedikit aja
thanks!

#19

Bola Basket MIPA UGM said...

iya ya? kenapa ya? tapi menurutku, dengan lutut terangkat lompatan jadi lebih tinggi, keseimbangan tubuh lebih baik, dan juga, bagi pemain yang sudah pernah mengalami kompetisi yang keras, lutut bisa menjadi sarana melindungi diri dari benturan pemain lawan (tapi bukan berarti kita menggunakan lutut secara sengaja untuk mencederai lawan --> bakal kena offensive foul)

kalo menurutmu ada bedanya nggak? :D

priscillia said...

hmm.. iya juga ya.. setelah dipraktekin, lutut gw emang keangkat secara refleks. lagian kan lay up tumpuannya satu kaki, kalo lutut ga keangkat rasanya aneh.
malah jadi bukan lay up tapi lompat.
thanks ya!

#19

Anonymous said...

hello bro,
kebetulan gw juga anak basket...
setelah liat blog loe, gw baru sadar atas teknik yg gw pelajari saat ini...

wah kalo boleh kasih masukan,
tambahin buat teknik mental juga ...

biar gk ego, sekaligus biar teamwork juga bagus dilapangan .
thx

Anonymous said...

hai bro
gmna sih caranya nangkis lawan atau merebut bola dari lawan yang lagy lay up??
tlong cepet d jwb donk,, gue ntar lagy ada kompetisi ni

Melati Almatu Sholikah said...

terima kasih infonya ..
pas aku ada mapel lay up disuruh nyarii...
maksihhh

Post a Comment