Showing posts with label Mini Basketball. Show all posts
Showing posts with label Mini Basketball. Show all posts

12 October 2009

Dasar Body Control – Quick Stance

Salah satu tugas pelatih yang paling penting adalah mengajarkan kepada para pemain cara bergerak dan mengendalikan tubuhnya. Gerakan fundamental, atau biasa disebut juga dengan dasar-dasar bermain bola basket, merupakan teknik yang sangat perlu dikuasai oleh semua pemain.

Pelatih harus bisa mengajarkan kepada pemain cara bergerak yang efektif dan efisien, yaitu gerakan yang dapat menghemat waktu dan ruang, serta gerakan yang mempunyai tujuan dan mengurangi pergerakan yang tidak diperlukan. Pada dasarnya, bola basket adalah permainan tentang keseimbangan dan kecepatan, oleh karena itu semua gerakan seharusnya berfokus pada aspek tersebut.

Keseimbangan sangat bergantung pada footwork, berawal dari kaki tetapi berakhir pada kepala. Karena ukuran (sekitar 4,5 kilogram) dan posisinya, kepala menjadi kunci keseimbangan, oleh karena itu kepala seharusnya berada di tengah-tengah penyokong tubuh. Ketika kepala digerakkan ke arah tertentu yang mengakibatkan tubuh menjadi tidak seimbang, maka akan membuat seorang pemain dapat bergerak dengan cepat ke arah tersebut. Seperti halnya keseimbangan, kecepatan juga bergantung pada kepala dan kaki, tetapi dengan urutan yang berlawanan. Kecepatan berawal dari keadaan pikiran (berpikir cepat dan kemudian bergerak dengan cepat), berawal dari kepala dan berakhir di kaki. Jadi keseimbangan dan kecepatan bergantung pada footwork yang benar dan sangat berhubungan dengan posisi kepala dan kondisi pikiran.

Terdapat enam gerakan dasar dalam bola basket, yaitu:

  • Stance (cara berdiri)
  • Start
  • Step
  • Turn (berubah arah)
  • Stop
  • Jump

Karena kecepatan (quickness) merupakan hal yang sangat penting, maka semua gerakan dasar tersebut ditunjukkan dengan kata quick.

Quick Stance

Pemain seharusnya mempunyai kebiasaan yang bagus dalam menerapkan setiap gerakan bola basket untuk melakukan gerakan yang lebih cepat. Quick stance membutuhkan tingkat kekuatan otot dan ketahanan di area abdominal dan punggung bagian bawah. Mengajarkan quick stance untuk offense dan defense merupakan tugas yang sangat menantang, dan kesebaran sangat diperlukan karena biasanya pemain pemula tidak mempunyai kekuatan dan ketahanan otot untuk tetap berada dalam posisi ini dalam waktu yang lama. Bagian terpenting dari quick stance adalah melakukan dan mempertahankan posisi lutut dan siku tertekuk. Semua persendian harus dilenturkan dan selalu bersiap-siap melakukan gerakan eksplosif. Selalu bermain serendah mungkin dengan lantai. Semakin pemain bergerak rendah, maka semakin tinggi pemain tersebut dapat melompat, gerakannya semakin eksplosif, dapat melakukan defense yang lebih cepat, dan pemain dapat lebih baik melindungi bola dari penjagaan lawan. Jadi konsep "play low and stay low" sangat penting bagi semua pemain.

Menjaga posisi dasar ini membutuhkan kerja keras karena pemain akan menjadi tidak nyaman dan canggung dalam posisi yang tidak natural dan menyerupai gerakan monyet ini. Pengujian yang bagus untuk quick stance adalah dengan membayangkan bahwa seorang pemain duduk di kursi dengan posisi kepala membelakangi posisi lutut seperti yang ditunjukkan Gambar 1.

Gambar 1 Pengujian Quick Stance

Posisi Kaki

Penempatan kaki terbaik dalam berbagai situasi adalah dengan salah satu satu kaki berada sedikit lebih ke depan di bandingkan kaki lainnya dan jari kaki mengarah sedikit keluar, bukan lurus ke depan. Kedua kaki sebaiknya dibuka sampai selebar ukuran bahu pemain, dengan bagian dalam telapak kaki berada pada garis horizontal sebagaimana ujung jari dari kaki lainnya (lihat Gambar 2). Pemain dapat menggunakan posisi ketika mereka akan bergerak ke segala arah. Untuk mendapatkan posisi ini, pemain dapat terlebih dahulu berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, kemudian gerakkan salah satu kaki ke depan sampai ujung jari kaki belakang segaris dengan bagian dalam telapak kaki depan, selanjutnya melangkah ke samping menggunakan kaki depan sampai selebar bahu untuk keseimbangan dan kecepatan.

Gambar 2 Penempatan salah satu kaki berada sedikit lebih di depan

Gambar 3 Penempatan kedua kaki paralel


Penempatan kaki parallel yang ditunjukkan pada Gambar 3 paling baik digunakan untuk gerakan menyamping, selain itu juga dapat digunakan untuk berhenti setelah menangkap bola atau berhenti setelah dribble. Biasanya, pemain menggunakan kedua teknik penempatan kaki tersebut secara bergantian.

Distribusi Berat Badan

Berat badan seharusnya didistribusikan secara merata dari salah satu sisi ke sisi lainnya, dari depan ke belakang, dan di antara kedua kaki. Tumit harus menyentuh lantai, dengan sebagian besar berat badan (60 persen) berada pada telapak kaki bagian depan (sebelum jari-jari), meskipun begitu tekanan harus dirasakan di jari-jari dan tumit. Biasanya pemain salah menempatkan berat badannya pada telapak kaki bagian depan
dengan tumit tidak menyentuh lantai, hal ini dapat memperlambat suatu gerakan karena tumit harus terlebih dahulu menyentuh lantai sebelum dapat melakukan gerakan yang eksplosif.

Ketika pemain sedang melakukan defense, mereka sebaiknya juga menambahkan gerakan foot fire pada posisi dasar quick stance. Foot fire berarti menjaga kaki tetap aktif dan dalam gerakan yang konstan tanpa meninggalkan permukaan lantai, teknik ini dapat membantu menjaga otot kaki selalu siap untuk melakukan gerakan.

Posisi Kepala dan Tubuh

Untuk keseimbangan yang lebih baik, pemain harus menjaga kepalanya berada di tengah-tengah penyokong tubuh, seperti berada di puncak dari sebuah segitiga (lihat Gambar 4). Punggung lurus dan dada dibuka lebar.

Gambar 4 Posisi triple-threat


Tangan dan Kaki

Ajarkan kepada setiap pemain untuk menjaga persendian-persendian (pergelangan kaki, lutut, pinggul, bahu, siku, dan pergelangan tangan) tetap tertekuk dan selalu bersiap-siap (lihat Gambar 5). Hal ini dilakukan untuk mempercepat pergerakan. Pemain yang sedang melakukan offense dapat menekuk persendian-persendian dan menjaga bola tetap dekat dengan tubuh (untuk menjaga bola dari penjagaan lawan), tangan yang digunakan melakukan shooting berada di belakang bola, dan berada dalam posisi triple-threat, bersiap untuk melakukan shoot, pass, atau dribble dengan cepat. Sedangkan, ketika pemain sedang melakukan defense juga harus menekuk persendian-persendian, menjaga siku tangannya tertekuk dan berada di dekat badan, serta menambahnya dengan foot fire. Pemain harus melakukan hal ini untuk keseimbangan dan kecepatan. Keseluruhan telapak kaki harus menyentuh lantai. Pastikan semua pemain tetap dalam posisi serendah mungkin dengan lantai, sudut antara lutut dengan paha bagian belakang harus sekitar 90 sampai 120 derajat untuk mempertahankan pusat gravitasi serendah mungkin sehingga menghasilkan keseimbangan dan kecepatan yang lebih baik.

Gambar 5 Defensive stance

14 June 2009

Bola Basket di Sekolah

Bagian ini didedikasikan untuk guru olahraga di sekolah yang ingin menarik minat para murid terhadap bola basket, sekaligus memberikan hiburan serta membuat para murid mempunyai aktivitas fisik. Berikut ini adalah drill atau permainan sederhana yang dapat dimainkan siapa saja, laki-laki mapun perempuan, pemain bola basket atau bukan. Untuk dapat berpartisipasi, para pemain tidak harus mempunyai kemampuan atau pengetahuan tentang bola basket.

1-2-3

Guru harus membagi muridnya berpasangan dengan satu bola basket untuk setiap pasangan dan kemudian memutuskan siapa yang mengawali melakukan shooting. Permainan ini dapat dilakukan di salah satu atau kedua sisi lapangan. Tujuan dari permainan ini adalah untuk memasukkan shooting yang tidak bisa dilakukan oleh pemain selanjutnya. Pemain pertama boleh melakukan shooting dari mana saja, dengan gaya apa saja, sesuai keinginan mereka. Jika dia berhasil memasukkan bola, pemain lainnya harus meniru gaya dan tempat yang sama dengan pemain sebelumnya. Jika pemain kedua:

  • Gagal melakukan shooting, dia mendapatkan nilai "1"
  • Berhasil melakukan shooting, maka pemain selanjutnya harus melakukan shooting dengan gaya dan tempat yang sama.

Jika shooting yang dilakukan tidak berhasil, maka pemain selanjutnya boleh melakukan shooting dengan gaya dan tempat yang lain. Pemain yang mendapatkan nilai 1, 2, dan 3 harus keluar dari pertandingan. Selanjutnya, pasangan yang lain melakukan permainan yang sama sampai didapatkan pemenang (lihat Gambar 1).

Gambar 1 1-2-3

Reach the Ball

Tujuan dari aktivitas ini adalah terus melakukan dribble sementara pemain lain yang tidak membawa bola mencoba untuk mencuri bola tersebut. Tergantung jumlah bola basket yang dimiliki, pemain yang dapat berpartisipasi dalam permainan ini adalah 4 sampai 15 pemain. Guru menempatkan beberapa bola basket di sepanjang garis free throw, sementara para pemain berdiri di belakang garis baseline. Caranya: jika ada 4 pemain, maka setidaknya ada tiga bola basket. Ketika guru meniup peluit, keempat pemain berlari dengan cepat, mengambil bola, dan mulai melakukan dribble. Pemain yang tidak berhasil mendapatkan bola harus mencoba untuk mencuri bola dari temannya. Pemain hanya boleh melakukan dribble di salah satu sisi lapangan (tetapi jika jumlah pemainnya lebih banyak, bisa menggunakan kedua sisi lapangan).

Jika salah satu pemain yang melakukan dribble keluar dari batas lapangan, kehilangan bola, atau bolanya berhasil dicuri, maka pemain tersebut keluar dari permainan dan harus melakukan sprint sepanjang garis sideline. Permainan ini berakhir saat hanya menyisakan dua pemain dan satu bola di dalam lapangan. Guru bertugas mengawasi para pemain jika terjadi pelanggaran yang menyebabkan pemain yang sedang melakukan dribble kehilangan bola (lihat Gambar 2).

Gambar 2 Reach the Ball

29 April 2009

Dribbling Moves

Dribbling adalah salah satu skill dasar yang harus dipelajari. Tidak hanya mempelajari cara dribbling yang bagus, tapi penting juga untuk mengetahui kapan harus men-drbble bola dan tidak. Seorang pemain yang terlalu sering melakukan dribbling dapat mematikan pergerakan dan momentum tim. Untuk menjadi seorang pemain yang bagus dalam dribbling dan ball handling, harus sesering mungkin melakukan latihan, menggunakan kedua tangan.

Dribble bola dapat dilakukan ketika:

  1. Untuk membawa bola ke front-court (menghindari pelanggaran 8 seconds).
  2. Melakukan drive ke ring basket.
  3. Untuk mendapatkan kesempatan shooting yang lebih baik.
  4. Untuk mendapatkan kesempatan passing yang lebih baik.
  5. Menghindari trap yang dilakukan oleh lawan.
  6. Memperlambat tempo permainan saat pertandingan akan berakhir.

Bagaimana cara dribble bola yang baik

Gunakan ujung jari, bukan telapak tangan. Gunakan lengan bawah dan pergelangan tangan untuk memantulkan bola. Jangan melihat pada bola, jaga kepala tetap tegak dan pandangan ke depan. Ketika melakukan latihan dribbling, selalu menggunakan tangan kanan maupun kiri.

Jenis dribble

Control dribble (ketika posisi defender sangat dekat)

Ketika defender menjaga dengan ketat, selalu gunakan control dribble. Posisi badan sedikit membungkuk. Usahakan posisi badan selalu di antara bola dan defender. Pantulan bola harus rendah, berada agak sedikit di belakang dan dekat dengan badan. Tangan yang lain tetap lurus, untuk mengantisipasi pergerakan defender. Tidak boleh mendorong atau menarik defender, tetapi boleh menguatkan lengan untuk mencegah defender meraih bola. Jangan berhenti men-dribble bola sampai bisa melakukan shooting atau passing. Jika sampai dribbling dihentikan, menjadikan situasi dead ball, dan satu atau dua pemain defender akan segera mendekat. Lihat disini.

Speed dribble (ketika tidak terjaga)

Untuk membawa bola dengan cepat, gunakan speed dribble. Dorong bola ke depan, pantulkan bola setidaknya setinggi pinggang. Seperti biasa, kepala harus tetap tegak dan pandangan ke depan, sehingga bisa mengetahui kondisi teman dan lawan. Bergerak secepat mungkin, tapi jangan lebih cepat dibanding dengan kemampuan mengontrol bola. "You must be quick, but never hurry". Sering kali jump stop yang dilakukan pada akhir dribble dapat digunakan untuk menghindari pelanggaran traveling sambil tetap mengontrol bola. Lihat disini.

Crossover dribble

Sederhana saja, crosover dribble digunakan untuk memindahkan dribbling dari satu tangan ke tangan yang lain, dengan memantulkan bola menyilang ke tangan yang lain. Kemudian tangan yang lain menguasai bola dan melakukan dribbling. Dribbling ini dapat digunakan untuk mengubah arah pergerakan dengan cepat. Lihat disini.

In and out dribble

In and out dribble merupakan gerakan tipuan yang dapat digunakan untuk melewati defender. Dengan gerakan ini, pantulkan bola sekali di depan seperti akan melakukan crossover dribble, bukannya menguasai bola dengan tangan yang lain, tetapi justru tetap menggunakan tangan yang sedang men-dribble bola untuk membawa bola ke arah semula untuk melewati defender. Misalnya, jika sedang men-dribble dengan tangan kanan, pantulkan bola di depan dan pindahkan berat tubuh ke kaki kiri. Dari sudut pandang defender, hal ini akan terlihat seperti crossover dribble ke kiri. Tetapi, gunakan tangan kanan untuk menguasai bola dari sisi atas bola dan secepatnya bawa bola kembali ke arah semula. Lihat disini.

Hesitation dribble

Teknik juga merupakan gerak tipuan yang bisa digunakan untuk melewati defender. Pertama, lakukan speed drible mengarah ke defender, kemudian tiba-tiba berhenti, saat defender mendekat, kembalikan kecepatan seperti semula dengan melakukan speed dribble ke salah satu sisi defender. Gerakan ini dapat dikombinasikan dengan crossover dribble. Lihat disini.

Behind the back dribble dan through the legs dribble

Kalau dulu, melakukan dribble behind the back atau through the legs dianggap sebagai teknik untuk pamer skill saja, tapi sekarang tidak lagi. Gerakan ini bisa sangat berguna jika digunakan dengan benar dan dalam situasi yang tepat. Dribble ini baik dilakukan di ruang terbuka, misalnya seorang guard sedang membawa bola dengan presure ketat dari seorang defender. Ketika sedang melakukan dribble dengan tangan kanan, defender biasanya akan condong ke kanan. Pada saat itu, lakukan dengan cepat behind the back atau between the legs dribble, dan arah pergerakan berubah ke kiri. Kenapa tidak melakukan crossover dribble yang sederhana saja? Karena defender berada sangat dekat, sehingga bisa saja dia melakukan steal. Dengan teknik behind the back atau through the legs, proteksi bola akan lebih baik karena posisi badan tetap berada di antara bola dan defender.

Untuk melakukan behind the back dan between the legs dribble lihat di sini dan di sini.

Spin Move

Gerakan spin merupakan gerakan yang sangat bagus digunakan untuk melewati defender. Tetapi tetap waspada, karena defender bisa saja melakukan steal dari belakang. Ketika melakukan spin, reverse pivot menggunakan kaki yang lebih di depan, tarik bola, dan secepatnya putar badan ke belakang. Jangan sampai tangan berada di bawah bola (pelanggaran carrying). Kemudian lanjutkan dengan dribble menggunakan tangan yang lain. Lihat di sini.

Back-up dribble dan crossover

Back-up dribble sangat berguna untuk menghindari trap dari defender. Dribble mundur ke belakang dan selanjutnya lakukan crossover dengan cepat (atau behind the back atau through the legs dribble). Lihat di sini.

25 April 2009

Fundamental Ball Handling

Belajar menjadi seorang ball handler yang bagus sangat penting dilakukan untuk menjadi seorang pemain basket yang hebat. Semua skill yang paling sulit dilakukan, termasuk shooting, passing, catching, dribbling, dan rebounding, selalu melibatkan ball handling. Oleh karena itu, selalu lakukan latihan ball handling setiap hari. Berikut adalah dasar-dasar melakukan ball handling yang benar:

  • Pegang bola dengan ujung jari. Telapak tangan seharusnya tidak menyentuh bola.
  • Pastikan jari-jari tangan saling terpisah.
  • Pegang bola sesering mungkin saat di rumah, misalnya, ketika menonton TV atau mendengarkan musik. Ada cerita yang mengatakan bahwa Pete Maravich tidur dengan bola basket dan memegangnya selama dia tidur.

Berikut adalah drill-drill yang bisa diterapkan saat latihan:

Syaratnya, setiap pemain harus memegang bola sendiri-sendiri, minimal satu. Jika tidak tersedia cukup bola basket, bisa diganti menggunakan bola yang lain, misalnya bola voli atau bola tenis. Setiap drill dilakukan setiap 30 sampai 60 detik dan kemudian dilanjutkan dengan drill selanjutnya. Ketika melakukan drill ini usahakan pandangan mata tetap ke depan, tanpa melihat bola.

Slaps

Tepuk bola dengan keras dari satu tangan ke tangan yang lain. Lihat di sini.

Tipping

Tip bola menggunakan ujung jari dari satu tangan ke tangan yang lain, mulai dari tangan lurus dengan kepala. Kemudian perlahan-lahan turunkan bola sambil terus melakukan tip. Turun sampai dada, dilanjutkan sampai pinggang, lutut, dan pergelangan kaki, kemudian kembali ke atas lagi. Usahakan siku tetap lurus. Lihat di sini.

Circles

Rapatkan kedua kaki dan buat lingkaran yang mengitari kedua kaki. Kemudian buat lingkaran yang mengitari pinggang. Selanjutnya buat lingkaran yang mengitari kepala. Kombinasikan tiga lingkaran tersebut untuk membuat lingkaran yang pertama kali mengitari kepala, kemudian pinggang, sampai lutut. Selanjutnya kembali lagi ke atas. Pastikan untuk menggunakan ujung jari, bukan telapak tangan. Lihat di sini, di sini, dan di sini.

Around the Leg dan Figure Eights

Letakkan salah satu kaki berada lebih ke depan dan gerakkan bola mengitari kaki tersebut. Lakukan pada kaki kiri dan kanan. Selanjutnya, rentangkan kedua kaki dengan lebar dan sejajar. Gerakkan bola mengitari kedua kaki tersebut sehingga menyerupai angka delapan. Pandangan mata harus tetap ke depan dan jangan biarkan bola jatuh ke lantai. Setelah 30 detik, lakukan pada arah yang sebaliknya. Lihat di sini dan di sini.

Drops

Letakkan bola di antara kedua kaki kemudian raih dengan menggunakan kedua tangan. Mulai dengan tangan kiri berada di belakang kaki kiri dan tangan kanan di depan kaki kanan. Jatuhkan bola dan biarkan memantuk sekali saja. Dengan cepat, gerakkan tangan kiri ke depan kaki kiri, dan tangan kanan ke belakang kaki kanan, dan tangkap bola ketika sedang memantul ke atas. Jatuhkan kembali dan ubah posisi tangan seperti semula, dan tangkap bolanya. Ulangi gerakan ini terus menerus. Untuk variasi yang lebih sulit, coba tangkap bola sebelum memantul ke lantai. Lihat di sini.

Toss Up dan Catch Behind

Drill yang menyenangkan dan sangat disukai pemain. Lempar bola ke atas melewati kepala. Lakukan reverse pivot dan tangkap bola di belakang punggung. Lihat di sini.

Crab Walk

Tekuk kedua lutut, berjalan sambil melewatkan bola di antara kedua kaki, bisa dilakukan dengan jalan ke depan maupun ke belakang. Lihat di sini.

21 April 2009

Memulai Melatih Bola Basket (Bagian Ketiga)

Perencanaan kegiatan

Perencanaan kegiatan (sesi latihan maupun pertandingan) merupakan aspek yang sangat penting dari tugas seorang pelatih.

Pelatih yang tidak pernah membuat rencana biasanya cenderung akan mengalami masalah di kemudian hari. Pada awal-awal latihan, mungkin para pelatih sangat bersemangat, percaya diri, mempunyai banyak ide yang cemerlang, dan ingin melakukan banyak hal secara bersamaan. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, semangat, tenaga, dan kepercayaan diri mereka semakin berkurang, kehabisan ide dan sesi latihan menjadi suatu rutinitas yang kurang bermanfaat.

Setiap ada pertandingan penting, pada awalnya para pelatih cenderung mempunyai motivasi yang besar, dan lagi-lagi menginginkan para pemainnya mempelajari banyak hal dalam satu waktu, mengoreksi setiap kesalahan hanya dalam beberapa sesi latihan.

Tetapi, ketika ada kompetisi, pelatih yang tidak pernah memikirkan kejadian di masa lalu, pasti hanya memikirkan pertandingan selanjutnya dan lupa menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan untuk kemajuan para pemainnya.

Di sisi lain, jika seorang pelatih merncanakan pekerjaannya akan mempunyai perspektif berguna yang akan membantunya mengevaluasi secara obyektif aspek mana yang paling penting. Dari perspektif ini, para pelatih dapat membuat keputusan tepat dan mengorganisir pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan lebih baik.

Dengan perencanaan, para pelatih mempunyai tujuan dan pemikiran yang jelas tentang bagaimana mencapainya, mereka mengetahui dengan pasti akan menuju ke mana, jalan yang harus ditempuh dan bagaimana menempuhnya, masalah-masalah yang akan dihadapi dan bagaimana mengatasinya.

Sejauh apa merencanakan

Seorang pelatih mungkin merencanakan kegiatan untuk jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, untuk beberapa tahun, satu musim, dari satu sampai beberapa bulan, untuk satu atau beberapa minggu, dan tentu saja, setiap sesi latihan.

Dalam sebuah klub yang terdiri dari tim dengan kategori yang berbeda-beda, akan lebih bagus jika terdapat perencanaan yang lebih fleksibel, dapat mencakup kegiatan selama beberapa tahun untuk pemain anak-anak (tahap mini basketball) dan pemain yang lebih tua (13 tahun ke atas). Dengan cara ini, pekerjaan setiap pelatih tim akan ditentukan dalam satu garis besar secara umum.

Tidak peduli apakah seorang pelatih membuat sistem perencanaan jangka panjang atau tidak, siapa saja yang melatih pemain anak-anak harus selalu berpikir tentang masa depan mereka sehingga tidak mengganggu kegiatan yang seharusnya mereka lakukan sehari-hari

(bersambung...)

16 April 2009

Memulai Melatih Bola Basket (Bagian Kedua)

Pemain

Mengorganisir tim akan sangat bergantung pada jumlah pemain yang ada. Bagaimanapun, jika membicarakan tentang pemain kanak-kanak, pelatih seharusnya mempunyai pemikiran sebagai berikut:

  • Siapa saja yang tertarik bermain basket seharusnya diberikan kesempatan untuk bermain, jika perlu, dua tim atau lebih dapat dibentuk sehingga semuanya mempunyai kesempatan yang sama.
  • Jumlah pemain dalam tiap tim seharusnya cukup, jangan terlalu banyak, sehingga tidak menghambat partisipasi semua pemain untuk mengikuti kegiatan-kegiatan latihan.
  • Tingkat kemampuan pemain dalam satu tim seharusnya tidak berbeda terlalu jauh. Daripada mengikutsertakan pemain dengan tingkat kemampuan yang berbeda ke dalam sebuah tim, pengelompokkan tersebut akan lebih bermanfaat bagi semua pemain.
  • Jika memungkinkan, tim mini basketball (dan kadang-kadang juga tim yang terdiri dari pemain berusia 13 - 14 tahun) seharusnya terdiri dari pemain yang sudah saling mengenal dan berbagi aktivitas (misalnya, anak-anak dari kelas belajar yang sama, atau anak-anak yang biasa bermain bersama, dll).

Kewajiban pemain

Pelatih harus memikirkan kewajiban para pemain dan memutuskan kewajiban apa yang paling penting. Kapan kegiatan latihan dilakukan? Berapa hari tim berlatih dalam seminggu? Berapa banyak pertandingan yang akan dilakukan? Apakah pertandingan dilakukan di akhir minggu? Apakah para pemain juga harus melakukan perjalanan jauh untuk melakukan pertandingan? Dan seterusnya.

Hal-hal tersebut di atas merupakan pertimbangan-pertimbangan penting karena dalam kebanyakan kasus, kewajiban pemain tidak dibuat cukup jelas atau pelatih menerapkan peraturan yang beberapa pemainnya tidak mampu mematuhinya. Cepat atau lambat hal ini akan menyebabkan masalah serius yang berdampak pada kerja sama tim.

Pelatih seharusnya membentuk peraturan yang sesuai untuk tim yang dilatihnya daripada menerapkan peraturan yang berhasil diterapkan oleh tim lain, karena tepat untuk tim lain belum tentu tepat untuk tim kita.

Salah satu aspek dalam olahraga yang sangat penting untuk memenuhi sasaran pembentukan pemain muda adalah bahwa mereka menerima dan mampu memenuhi komitmen mereka. Komitmen yang ada harus beralasan, didasarkan pada usia pemain dan karakteristik-karakteristik lainnya, tetapi yang paling penting adalah pemain mampu membuat komitmen dan memenuhinya.

Untuk alasan tersebut, tidak tepat mengorganisir tim di mana para pemain akan berlatih atau bermain sesuka mereka atau ketika sedang tidak ada kegiatan lain. Dan juga, peraturan yang tidak dapat dipatuhi para pemain seharusnya tidak diterapkan.

Dalam kebanyakan kasus, akan menjadi hal yang sangat bagus jika pelatih berkomunikasi dengan pemain, melibatkan mereka dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan peraturan tim. Jika pelatih dan pemain memutuskan peraturan bersamaan, para pemain akan merasa lebih terikat dengan komitmen.

Bagaimanapun, pelatih dapat menentukan kewajiban yang menurutnya penting, terutama jika tim tersebut terdiri dari pemain berusia 13 - 14 tahun atau lebih. Misalnya, jika pelatih merasa tim harus berlatih setidaknya tiga hari dalam seminggu dan mempertimbangkan bahwa peraturan ini memungkinkan untuk diterapkan, pelatih tersebut seharusnya mengusulkan peraturan tersebut kepada para pemain atau bahkan juga kepada para orang tua, menjelaskan alasan dan tujuan.

Peraturan internal

Peraturan internal adalah elemen penting dalam tim. Sebagaimana kewajiban pemain, sangat disarankan peraturan internal tidak terlalu banyak dan sesuai, peraturan tersebut harus didefinisikan dengan jelas dan seharusnya tidak menimbulkan keraguan, atau konflik ketika diterapkan. Jelasnya, peraturan tersebut harus sesuai dengan keadaan dari masing-masing tim. Misalnya, peraturan internal yang dapat diterapkan adalah pemain harus siap untuk berlatih pada waktu yang telah ditentukan, datang satu jam sebelum pertandingan dan berpakaian dengan baik, bergiliran mengumpulkan bola saat latihan selesai, dll.

Peraturan juga dapat diterapkan pada mini basketball, berkaitan dengan partisipasi pemain dalam permainan. Misalnya, sistem rotasi dapat diterapkan sehingga semua anak akan mempunyai kesempatan bermain.

Untuk tim mini basketball, peraturan dapat juga diterapkan untuk mengatur perlakuan orang tua. Misalnya, orang tua dilarang memberikan pengarahan kepada anak-anak atau duduk bersama dengan tim.

Sumber daya yang tersedia

Pelatih harus tahu sumber daya yang ada (lapangan, bola, ring basket, dll) untuk menggunakan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya dan menggunakan imajinasinya untuk mengatasi kekurangan fasilitas.

Pertama, pelatih harus memanfaatkan fasilitas yang ada. Misalnya, jika terdapat empat ring basket, maka sebaiknya gunakan empat ring tersebut daripada hanya dua ring.

Kedua, seringkali ketika melatih fasilitas yang ada sangat terbatas (bola sedikit, sewa lapangan singkat, hanya terdapat setengah lapangan saja, lapangan outdoor, dll). Untuk alasan tersebut, pelatih harus kreatif menggunakan imajinasinya untuk mengatasi keterbatasan.

Misalnya, jika bola yang tersedia sangat sedikit, kombinasikan drill dengan bola dan tanpa bola, mencoba suatu drill yang seharusnya memerlukan bola dengan tanpa menggunakan bola bisa jadi sangat menarik. Pelatih seharusnya tidak menyerah begitu saja terhadap keterbatasan. Jangan biarkan pemain berjajar terlalu panjang untuk mengantre mendapat giliran memegang bola.

Misalnya, jika tim hanya bisa menggunakan lapangan basket dua hari dalam seminggu, maka pelatih seharusnya mempertimbangkan untuk menggunakan lapangan lain meskipun tanpa dilengkapi dengan ring basket, dan memanfaatkan sesi latihan ini untuk melakukan drill yang tidak memerlukan ring basket.

(bersambung…)

13 April 2009

Memulai Melatih Bola Basket (Bagian Pertama)

Awal mula

Tim apa yang akan saya latih?

Hal tersebut merupakan pertanyaan utama bagi setiap pelatih yang seharusnya ditanyakan pada dirinya sendiri sebelum memulai melatih, gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini sebagai panduan:

  • Apakah sebuah tim bola basket mini (mini basketball)? Tim anak-anak? Apakah tim yang terdiri dari pemain-pemain bertalenta? Apakah tim golongan kelas atas?
  • Organisasi apa yang menaungi tim tersebut? Apakah tim sekolah? Sebuah tim klub? Sekolah atau klub yang bagaimana?
  • Seberapa bagus pemain-pemainnya? Sudah berapa lama mereka bermain? Apa potensi mereka?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu pelatih untuk mengkondisikan dirinya dalam suasana yang sesuai, sehingga dapat menghindari kesalahan yang muncul akibat tidak mempunyai pandangan yang jelas tentang jenis tim yang akan dilatih.

Tanggung jawab

Apa tanggung jawab saya?

Pertanyaan tersebut seharusnya dijawab sesudah pelatih memahami jenis tim yang akan dilatih. Apakah saya harus mendorong perkembangan pemain secara keseluruhan? Apakah saya harus berfokus untuk membantu meningkatkan mereka sebagai pemain, sekaligus sebagai manusia yang lebih baik? Apakah saya harus membantu pemain untuk mencapai performa terbaik dalam waktu singkat? Dari semua aspek tersebut, mana yang paling penting?

Jelasnya, seorang pelatih yang melatih pemain muda seharusnya berasumsi bahwa tanggung jawabnya adalah mendorong perkembangan pemain secara keseluruhan, baik dalam bidang olahraga maupun kemanusiaan. Bukan bertanggung jawab seperti pelatih tim elit, yang hanya tertarik pada prestasi jangka pendek.

Sasaran

Apa sasaran yang seharusnya dimiliki oleh tim?

Dari pembahasan diatas, para pelatih seharusnya memutuskan garis besar sasaran dari tim. Misalnya, pelatih yang melatih mini basketball pada sebuah tim sekolah. Beberapa pemain mungkin tidak pernah bermain sebelumnya, sedangkan beberapa pemain yang lain mungkin telah bermain bola basket selama bertahun-tahun. Pada umumnya, tingkat kemampuan mereka masih rendah. Prioritas utama pelatih tersebut adalah mendorong perkembangan anak-anak yang berlatih menjadi manusia yang lebih baik. Sasaran umumnya adalah membuat anak-anak menikmati kegiatannya, yang bisa meningkatkan perkembangan fisik mereka, mengajarkan nilai-nilai tertentu pada mereka (seperti team work, saling menghormati, dll), dan pada saat yang bersamaan juga dapat meningkatkan kemampuan fundamental basket mereka (dribbling, passing, dll).

Langkah selanjutnya adalah mengorganisir tim. Berapa banyak jumlah pemain dalam tim? Apa yang akan menjadi kewajiban mereka? Peraturan internal apa yang akan diterapkan? Sumber daya apa yang tersedia (fasilitas, ring basket, bola, dll)?

(bersambung...)